Skip to main content

Posts

Showing posts with the label travel

Europe Travel Dairy - Budapest #1

Tujuan pertama kami adalah   Budapest,  dari rumah jam 7 pagi naik   Flygbussarna   (semacam bus Damri kalo di Indonesia) ke Stockholm Arlanda Airport dengan jarak tempuh sekitar 30 menit. Sesampai bandara, kami langsung menuju   counter check-in,  kami menggunakan   Norwegian Air dengan penerbangan pukul 08.55. Pukul 11.05 kami tiba di  Budapest Ferenc Liszt International Airport. Sesampainya di sana, pesawat tidak langsung terhubung ke terminal kedatangan, sehingga kami harus berjalan kaki cukup jauh dari pesawat. Khaira sempat menangis karena tidak mau memakai jaket. Suhu udara yang cukup dingin disertai angin kencang membuat saya sedikit memaksanya untuk tetap menggunakan jaket tebalnya. Setelah selesai menunggu bagasi, kami membeli tiket shuttle bus ke pusat kota. Informasi mengenai harga tiket airport shuttle maupun transportasi lokal dapat dilihat di sini . Perjalanan memakan waktu sekitar 35 menit untuk sampai ke pusat kota. Sesampainya...

Europe Travel Diary - Traveling with Toddler

Tahun ini merupakan tahun kedua kami tinggal di Stockholm. Rencana semula ingin menghabiskan liburan akhir tahun di tanah air batal lantaran harga tiket sudah sangat mahal. Akhirnya, kami putuskan untuk jalan-jalan ke negara tetangga yang tidak begitu jauh dari Stockholm. Setelah membuat itinerary untuk beberapa pilihan perjalanan, kami akhirnya memilih untuk berkunjung ke Budapest, Vienna, dan Prague. Perjalanan berlangsung selama 4 hari 3 malam, masing-masing satu hari saja di setiap negara. Liburan kali ini adalah kali pertama kami membawa balita, hehe. Terakhir Khaira naik pesawat waktu perjalanan Jakarta-Stockholm masih berusia 9 bulan dan masih nenen. Nah, tulisan di bawah ini akan membahas beberapa tips saat berlibur bersama si kecil 1. Pemilihan penerbangan dan perbanyak amunisi Jujur saya agak deg-degan untuk mengajak Khaira terbang kali ini. Pertama, Khaira sudah lebih dari dua tahun, jadi sudah punya kursi sendiri. Maklum, diusia saya sekarang masih suka deg-degan k...

Moving to Sweden (Part 2)

Let's go! Setelah Residence Permit (RP) kami disetujui, tanpa kami sangka ada sedikit kabar yang membuat kami gamang untuk melanjutkan proses kepindahan kami ke Swedia. Ya, tiba-tiba kami mendapat kabar bahwa beasiswa suami tidak lagi meng- cover adanya Family Allowance (FA). Kami pun berhitung kembali, mengingat besaran FA ini sangat lumayan dalam menunjang biaya hidup di Stockholm yang terbilang mahal. Setelah bertanya sana - sini dan juga mencari referensi di dunia maya, akhirnya kami pun mencoba membuat perkiraan biaya hidup bulanan untuk kami bertiga dan persiapan dana apabila Living Allowance tidak cukup selama tinggal di sini. Setelah memutuskan untuk tetap berangkat, kami pun segera membuat daftar apa saja yang harus dilakukan untuk proses selanjutnya, diantaranya: 1. Menentukan tanggal keberangkatan Menentukan tanggal keberangkatan menjadi daftar pertama yang kami lakukan. Dengan mengetahui kapan harus berangkat akan mempermudah dalam mencari tiket pesawat dan ...

Moving to Sweden (Part 1)

Kungsträdgården, Stockholm Tak terasa 5 bulan sudah berlalu sejak kepindahan keluarga kami ke Stockholm,  kalo ditanya betah gak? Yaa di (betah) betahin lah ya, hohoho. Tentunya dengan sedikit banyak adaptasi yang di lakukan, salah satunya jadi rajin masak tiap hari, 😁, sesuatu yang amat jarang saya lakukan sewaktu di Jakarta. Alhamdulillah, tempat kami tinggal dekat dengan supermarket yang banyak menyediakan bahan makanan halal.  Kurang lebih setahun yang lalu dari hasil diskusi saya dan suami, suami memutuskan untuk lanjut studi master. Saat itu belum diputuskan akan lanjut ke negara mana, sampai pada akhirnya berdasarkan  hunting  jurusan pilihan jatuh ke Swedia.  Next,  kita coba  hunting  informasi bagaimana kuliah sambil membawa keluarga di Swedia, tetapi tidak banyak informasi yang kami dapat.   Lucky us,  sebelum berangkat kemarin, sekitar bulan April kami menghadiri acara  pre-departure  yang diseleng...