Skip to main content

Moving to Sweden (Part 1)

Kungsträdgården, Stockholm

Tak terasa 5 bulan sudah berlalu sejak kepindahan keluarga kami ke Stockholm,  kalo ditanya betah gak? Yaa di (betah) betahin lah ya, hohoho. Tentunya dengan sedikit banyak adaptasi yang di lakukan, salah satunya jadi rajin masak tiap hari, 😁, sesuatu yang amat jarang saya lakukan sewaktu di Jakarta. Alhamdulillah, tempat kami tinggal dekat dengan supermarket yang banyak menyediakan bahan makanan halal. 


Kurang lebih setahun yang lalu dari hasil diskusi saya dan suami, suami memutuskan untuk lanjut studi master. Saat itu belum diputuskan akan lanjut ke negara mana, sampai pada akhirnya berdasarkan hunting jurusan pilihan jatuh ke Swedia. Next, kita coba hunting informasi bagaimana kuliah sambil membawa keluarga di Swedia, tetapi tidak banyak informasi yang kami dapat.  Lucky us, sebelum berangkat kemarin, sekitar bulan April kami menghadiri acara pre-departure yang diselenggarakan oleh Study in Sweden. Dari situ kami bisa tanya-tanya dengan para alumni yang dulu pernah membawa keluarga di sini. 


Hal yang perlu dipersiapkan selanjutnya adalah administrasi untuk mengurus izin tinggal/RP (Residence Permit). Biaya untuk pembuatan RP sebesar SEK 1,000 untuk dewasa dan SEK 500 untuk anak-anak. Nah, untuk teman-teman yang akan membawa keluarga, lebih baik untuk mengalokasikan waktu lebih untuk mempersiapkannya, biar gak terlalu mepet kalo misal ada yang perlu dilengkapi. Untuk proses kepindahan kami ke Swedia tergolong cepat dan gak ribet. Berikut dokumen yang perlu dipersiapkan untuk mengurus RP:


1.Valid passport
Perhatikan masa berlaku paspor, apabila kurang dari 6 bulan, sebaiknya dilakukan perpanjangan terlebih dahulu karena masa berlaku RP tidak akan melebihi masa berlaku paspor. Bagi teman-teman yang akan membawa anak, terutama balita, bisa dicoba untuk menggunakan jasa agen dalam pembuatan paspor, mengingat kuota untuk balita dan lansia dibatasi per harinya, atau bisa juga mencari kantor imigrasi yang tidak terlalu padat. 

2. Copy bank statement /LOG (Letter of Guarantee)
Untuk mendapatkan RP, diperlukan bukti bahwa kita mempunyai dana cukup selama hidup di Swedia. Jumlah minimum yang disyaratkan oleh Pemerintah adalah sebesar SEK 8,190 per bulan,  tambahan bagi yang membawa keluarga SEK 3,500 untuk pasangan dan SEK 2,100 untuk setiap anak.  

3. Health insurance
Bagi teman-teman dengan masa studi kurang dari 12 bulan, diperlukan health insurance, tetapi apabila masa studi lebih dari 12 bulan, di sini bisa mendapatkan Personnumer, semacam nomor identitas penduduk Swedia sehingga kita juga memiliki hak yang sama seperti penduduk Swedia. 

4. Other documents

Dokumen tambahan yang diperlukan apabila akan membawa keluarga antara lain foto copy buku nikah dan juga akta kelahiran anak.

Proses persetujuan RP ini dapat berlangsung selama 1-4 minggu. Setelah disetujui, pemohon akan dihubungi oleh pihak Kedutaan Swedia untuk dilakukan biometric . Untuk RP akan dikirim langsung dari Swedia, RP kami sampai dalam waktu 3 minggu setelah proses biometric. 

Yeaayy, RP sudah jadi, selanjutnya apalagi yang harus dipersiapkan? Bagaimana cerita kami mengajak si kecil dalam perjalanan long flight? 
Bersambung ke part 2

Comments

Popular posts from this blog

Menyapih Khaira - Kasihku Sepanjang Masa

My big girl, Khaira! Setelah drama demam Khaira, Alhamdulillah di hari Kamis,    15 November 2018, akhirnya Khaira sudah tidak demam. Dari hasil diagnosis dokter, Khaira hanya terkena common cold, karena tidak ada gejala lain selain batuk pilek. Selain itu, dari hasil tes dahak juga tidak ditemukan bakteri, sehingga tidak diresepkan obat apapun. Sore harinya saya lihat ada sedikit bercak merah di punggung, jadi saya menyimpulkan kemarin Khaira terkena Roseola jika melihat gejala demam tinggi selama beberapa hari yang diikuti bercak merah setelah demam turun. Saat itu, saya sudah tidak khawatir lagi karena beberapa jam kemudian  bercaknya mulai hilang. Kembali ke persoalan menyapih. Seperti yang sudah saya duga sebelumnya, Khaira masih tetap nenen dengan frekuensi sangat sering. Akhirnya, hari Minggu, 18 November 2018 saya kembali melakukan proses menyapih. Jujur, saat itu saya merasa jahat sekali sama Khaira. Bagaimana tidak, secara tidak langsung saya memberikan...

Moving to Sweden (Part 2)

Let's go! Setelah Residence Permit (RP) kami disetujui, tanpa kami sangka ada sedikit kabar yang membuat kami gamang untuk melanjutkan proses kepindahan kami ke Swedia. Ya, tiba-tiba kami mendapat kabar bahwa beasiswa suami tidak lagi meng- cover adanya Family Allowance (FA). Kami pun berhitung kembali, mengingat besaran FA ini sangat lumayan dalam menunjang biaya hidup di Stockholm yang terbilang mahal. Setelah bertanya sana - sini dan juga mencari referensi di dunia maya, akhirnya kami pun mencoba membuat perkiraan biaya hidup bulanan untuk kami bertiga dan persiapan dana apabila Living Allowance tidak cukup selama tinggal di sini. Setelah memutuskan untuk tetap berangkat, kami pun segera membuat daftar apa saja yang harus dilakukan untuk proses selanjutnya, diantaranya: 1. Menentukan tanggal keberangkatan Menentukan tanggal keberangkatan menjadi daftar pertama yang kami lakukan. Dengan mengetahui kapan harus berangkat akan mempermudah dalam mencari tiket pesawat dan ...

Bagaimana kabarmu hari ini?

Pagi ini, aku duduk ditemani segelas teh panas. Setelah semalaman mengalami migrain dan sampai pagi tadi belum kunjung hilang. Yang akhirnya membuat Khaira harus lebih pagi berangkat ke sekolah dan suamiku yang harus telat berangkat ke kantor. Pagi ini, aku mencoba jujur pada diriku sendiri. Menikmati apa yang aku rasakan saat ini. Menyadari bahwa kasih sayang-Nya dan orang-orang disekitarku begitu besar kepadaku. Dengan cara yang halus mengingatkan aku, betapa bersyukurnya aku saat ini. Dan itu membuatku lebih baik sekarang. Bagaimana kabarmu hari ini?